Selasa, 06 Januari 2009

Kuning itu belum tentu Emas

Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik.
Ia mempunyai banyak sekali emas dan kuningan sehingga antara emas dan
kuningan tercampur menjadi satu.

Suatu hari raja yang baik hati ini memberikan hadiah
emas kepada seluruh rakyatnya, dia membuka gudangnya lalu mempersilakan
rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka.

Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu
maka sulit sekali di bedakan, mana yang emas dan mana yang kuningan,
lalu mana yang emasnya 24 karat dan mana yang emasnya
hanya 1 karat, namun ada peraturan dari sang raja, yaitu apabila mereka
sudah memilih dan mengambil satu dari emas itu, mereka tidak boleh
mengembalikannya lagi.

Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas
hanya 1 karat atau mereka yang mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja
dikebun raja dan merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja akan
menambah dan memberikan kadar karat itu sedikit demi sedikit.

Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil
mengelu-elukan rajanya. Mereka datang dari semua penjuru tempat, dan satu
persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu,
waktu yang diberikan kepada mereka semua ialah satu setengah hari, dengan
perhitungan setengah hari untuk memilih, setengah hari untuk merenungkan,
dan setengah hari lagi untuk memutuskan.

Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan
emas tersebut,karena tidak jarang terjadi perebutan emas yang sama
diantara mereka.Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit
mencoba bertanya kepada salah seorang rakyatnya.
"Apa yang kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu disini?", jawab
orang itu "Tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24
karat itu", lalu tanya prajurit itu lagi "Seandainya emas 24 karat itu
tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah
engkau masih saja mencarinya, sedangkan waktumu sangat terbatas?", jawab
orang itu lagi "Tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir
yang ada ditanganku begitu waktuku habis".

Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai seorang
yang tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya,
bertanyalah prajurit itu kepadanya
"Hai orang kaya, apa yang kau cari disini, bukankah engkau sudah lebih dari cukup?", jawab orang kaya itu "Bagiku hidup
adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini, tentu saja itu berarti
menambah kekayaanku".

Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu
dari mereka, maka tampak olehnya seseorang, yang sejak satu hari ia
selalu menggenggam kepingan emasnya, lalu dihampirinya orang itu
"Mengapa engkau diam disini?
Tidakkah engkau memilih emas-emas itu?
Atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?", mendengar perkataan prajurit
itu, orang ini hanya diam saja, maka prajurit itu bertanya lagi "Atau
engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha
mencari yang lain?", orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin
penasaran, lalu ia lebih mendekat lagi "Tidakkah engkau mendengar
pertanyaanku?", sambil menatap prajurit, orang itu menjawab "Tuan saya ini
orang miskin, saya tidak pernah tahu mana yang emas dan mana yang
kuningan, tetapi hati saya memilih emas ini, sayapun tidak tahu berapa kadar emas ini, atau jika ternyata emas ini hanya kuninganpun saya juga tidak
tahu", "Lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka, atau
kepadaku kalau engkau tidak tahu" tanya prajurit itu lagi.

"Tuan emas dan kuningan ini milik raja, jadi menurut
saya hanya raja yang tahu, mana yang emas dan mana yang kuningan, mana yang
1 karat dan mana yang 24 karat. Tapi satu hal yang saya percaya janji
raja untuk mengubah kuningan menjadi emas itu yang lebih penting" jawabnya
lugu. Prajurit ini semakin penasaran "Mengapa bisa begitu?", "Bagi saya
berapapun kadar karat emas ini cukup buat saya, karena kalau saya bekerja,
saya membutuhkan waktu bertahun-tahun menabung untuk membeli emas,
tuan" prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia
melanjutkan perkataannya "lagi pula tuan, peraturannya saya tidak
boleh menukar emas yang sudah saya ambil", "Tidakkah engkau dapat
mengambil emas-emas yang lain dan menukarkannya sekarang, selagi masih ada
waktu?" tanya prajurit lagi, "Saya sudah menggunakan waktu itu, kini waktu
setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan, jika
saya gantikan emas ini dengan yang lain, belum tentu saya mendapat yang lebih
baik dari punya saya ini, saya memutuskan untuk mengabdi pada raja dan
merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yang murni", tak lama
lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan mereka.

Lalu raja keluar dan berdiri ditempat yang tinggi
sambil berkata "wahai rakyatku yang kukasihi, semua emas yang kau genggam
itu adalah hadiah yang telah kuberikan, sesuai dengan perjanjian, tidak
seorangpun diperbolehkan menukar ataupun menyia-nyiakan hadiah itu, jika
didapati hal diatas maka orang itu akan mendapat hukuman karena ia tidak
menghargai raja" kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali
lagi dihadapan rakyatnya, raja ingin memberitahu tentang satu hal
"Dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu, hal ini
dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan, dan hanya akulah
yang dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yang memilikinya.
Selama satu setengah hari, setengah hari yang kedua yaitu saat kuberikan
waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk
datang kepadaku menanyakan perihal emas itu, tetapi sayang sekali
hanya satu orang yang datang kepadaku untuk menanyakannya".

Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana itu
mengajar rakyatnya, dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat
satu persatu dari emas rakyatnya.

~~~






Kisah di atas dapat direfleksikan dalam mencari
pasangan hidup:

1. Bagi yang sedang mencari pasangan alias cari pacar
(setengah hari untuk memilih)
Memilih memang boleh tapi manusia tidak ada yang sempurna, jangan lupa emas-emas itu milik sang raja, jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu, artinya setiap manusia milik Tuhan jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNya tentang pasangan Anda.

2. Bagi yang telah memperoleh pasangan tapi belum menikah
(setengah hari untuk merenungkan)
Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat, ternyata
setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Diluar,
memang kita dihadapkan dengan banyak pilihan, sama dengan rakyat yang
memilih emas tadi, akan tetapi pada saat kita sudah mendapatkannya, belum
tentu kalau kita melepaskannya kita akan mendapat yang lebih baik. Jadi
jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik
dilakukan ialah menilai secara obyektif siapa dia (karena itu keterbukaan
dan komunikasi sangat penting dalam menjalin hubungan), dan menyelaraskan
hati Anda bersamanya.

Begitu Anda tahu tentang hal terjelek dalam dirinya sebelum Anda menikah
itu lebih baik, dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah.
Tinggal bagaimana Anda menerimanya, Anda mampu menerimanya atau tidak,
Anda mengusahakan perubahannya atau tidak, "cinta selalu berjuang", dan
jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda. Justru jika
dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda
(tidak pernah bertengkar mungkin), Anda malah harus berhati- hati, karena
ini adalah hubungan yang tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang
ditampilkan dalam hubungan Anda. Yang terpenting adalah niat baik diantara
pasangan, sehingga dengan komitmen dan cinta, segala sesuatu selalu ada
jalan keluarnya. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah
hari lagi untuk memutuskan, artinya anda masih dapat berganti pilihan,
akan tetapi pertimbangkan dengan baik hal ini.

3. Bagi yang telah menikah
(setengah hari untuk memutuskan)
Dalam tahap ini, siapapun dia berarti anda telah mengambil keputusan untuk
memilihnya, jangan berpikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda.
Jika ini terjadi berarti Anda egois, sama halnya dengan orang kaya diatas,
dan dengan demikian Anda tidak pernah puas dengan diri pasangan Anda, maka
tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa
menyesal dengan pilihan Anda sendiri, jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya, dan menambah kadar karat pada emasnya.

Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan Anda, dan Dia yang paling berkuasa mengubah setiap orang. Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi dan bercerai lagi???, Ingatlah si dia adalah hadiah, siapapun dia terimalah
dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda, ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu
waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau menyia-nyiakan emas Anda, jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana hadiah terindah yang telah Tuhan berikan. Dan apapun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan Tuhan, karena Dia yang memiliki hati setiap manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar